brand-logo
secondary-logo
Kenali 8 Karakteristik Gen Z di Dunia Kerja, Utamakan Kebahagiaan!
KarirLab TeamJanuari 24, 2024

Success in Work

Kenali 8 Karakteristik Gen Z di Dunia Kerja, Utamakan Kebahagiaan!

Kondisi dunia kerja mulai mengalami banyak perubahan yang disebabkan oleh berbagai faktor, beberapa diantara karena pandemi dan juga banyaknya Gen-Z yang terjun dan masuk de dalam lingkungan kerja.

Kehadiran Gen-Z di dunia kerja tidak mengherankan, berdasarkan laporan BPS atau Badan Pusat Statistik yang dilansir KarirLab dari Antara, Jumat (4/11), jumlah penduduk di Indonesia per tahun 2020 didominasi oleh generasi Z atau Gen-Z yang lahir dalam kurun waktu 1997-2012. Jumlah Gen-Z tercatat 75,49 juta jiwa atau 27,94% dari total populasi di Indonesia.

Berdasarkan data di atas, tak dipungkiri banyak dari Gen-Z yang saat ini mulai terjun ke dunia kerja. Kehadiran Gen-Z tentu membawa angin segar, dan membawa tren kerja yang berbeda. Gen-Z yang lahir di era internet tentu memiliki perspektif berbeda terkait dunia kerja jika dibandingkan dengan generasi Baby Boomer dan Generasi X yang mengalami penurunan jumlah signifikan.

Salah satu keunggulan dari Gen-Z yaitu kreatif dalam melihat tren pekerjaan di era digital. Gen-Z juga memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memahami kemajuan teknologi dan dan lingkup pekerjaan. Apalagi, saat ini digitalisasi di dunia kerja juga turut mengubah tren dan juga perilaku seseorang, tak terkecuali juga terkait profesi pekerjaan.

Tren kerja yang mulai berbasis digital, suasana non-formal dalam lingkungan kerja dan diyakini akan memberikan kenyamanan menjadi beberapa faktor yang menjadi daya tarik bagi Gen-Z untuk terjun di dunia kerja.

Nilai yang Dicari dan Disukai oleh Gen-Z

Gen-Z memiliki ciri dan kepribadian yang mudah dipahami. Meskipun tak semuanya, namun karakteristik Gen-Z terutama di lingkungan kerja kerap menarik perhatian. Berikut KarirLab Team merangkum dari berbagai sumber, karakteristik dan value yang disukai oleh Gen-Z.

1. Value Driven

Gen-Z memiliki kemauan kuat untuk mandiri, dan fokus dengan tujuan hidupnya. Mereka juga ingin melakukan sesuatu yang selaras, baik dalam nilai dan tindakan. Sebagaimana melansir dari McCrindle, Gen-Z sebagai values drive generation takut untuk tidak menunjukkan potensi diri secara optimal dan memberikan perbedaan dalam kehidupan mereka.

Dalam sebuah studi, hampir 49% Gen-Z akan menerima pekerjaan yang selaras dengan nilai yang mereka miliki baik dalam masalah sosial dan lingkungan.

2. Menghargai Keberagaman

Keberagaman menjadi sebuah tolak ukur Gen dalam memilih tempat kerja. Dalam studi yang dilakukan oleh Randstad Workmonitor kepada Gen-Z di Asia Pasifik, Eropa dan Amerika, 41% responden tidak akan memilih lingkungan kerja atau tempat kerja yang tidak mempromosikan inklusivitas dan keberagaman.

3. Komunikasi Langsung

Gen-Z yang lahir di era internet lebih terbiasa berkomunikasi melalui pesan instan dan berkirim pesan teks. Namun sebuah studi yang dilansir dari Betterteam menunjukkan, Gen-Z lebih memilih untuk berkomunikasi secara tatap muka langsung atau face-to-face lho. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan Gen-Z ingin lebih jelas dalam memahami tujuan komunikasi sehingga mengutamakan face-to-face secara langsung, dibandingkan melalui teks yang terkadang sulit ditafsirkan.

4. Transparansi

Gen-Z tumbuh dengan internet, mereka telah terbiasa melakukan kroscek terkait informasi yang diterima. Kemudahan tersebut yang membuat Gen-Z selalu menginginkan kejelasan atau transparansi, sesuai atau tidak dengan pandangan mereka.

5. Mengutamakan Kebahagiaan

Melansir dari Randstad Workmonitor, kebahagian sangat diprioritaskan oleh Gen-Z. Hampir 56% responden akan memilih berhenti kerja atau menganggur jika pekerjaan tersebut membuat mereka tidak bahagia di lingkungan kerja.

5. Keinginan Bekerja secara Individu

Bekerja secara tim bukan masalah bagi Gen-z, namun mereka juga memiliki keinginan untuk bisa bekerja secara individu.

Bekerja secara individu bagi Gen-Z diinginkan karena berbagai faktor, salah satunya dengan bekerja individu akan membuat mereka mampu bekerja untuk berbagai proyek dengan jumlah yang banyak.

Selain itu, bekerja secara mandiri membuat Gen-Z bisa menunjukkan dan membuktikan kemampuan, skill, keterampilan yang mereka miliki kepada pemberi kerja.

6. Terbuka Dalam Banyak Hal

Nilai positif dari Gen-Z diantaranya keterbukaan, wawasan luas dan juga kemauan yang tinggi. Keterbukaan pada Gen-Z membuat mereka lebih mudah dalam menerima masukan, saran dan juga kritik.

Nila tersebut yang membuat Gen-Z sangat termotivasi untuk memberikan yang terbaik, dan memberikan dampak yang besar di tempat mereka bekerja.

7. Ingin selalu Berkembang

Gen-Z memiliki kemauan dan akses informasi yang mudah dalam menggali wawasan. Kondisi tersebut membuat mereka selalu berada di lingkungan yang mendukung untuk belajar dan juga berkembang lebih baik, termasuk di lingkungan kerja.

Memilih dunia kerja yang tepat dan memberikan peluang untuk berkembang akan memudahkan Gen-Z mencapai potensi diri yang optimal dan menghasilkan kinerja yang maksimal.

8. Fleksibilitas Bekerja

Perspektif segar yang tampak dari Gen-Z di dunia kerja masa kini yaitu fleksibilitas. Gen-Z yang menyukai akan kebebasan, mampu membuat goals dan aspirasi sendiri dalam bekerja, dan menemukan cara menjadi diri sendiri dalam menemukan kebahagiaan menjadikan Gen-Z adaptif dan efisien dalam bekerja.

Kehadiran Gen-Z membawa perspektif segar di masa kini. Mereka menghadirkan karakteristik yang unik dan inspiratif, salah satunya di lingkungan tempat Gen-Z bekerja. Nilai positif yang Gen-Z miliki juga secara tidak langsung memberikan dampak positif, nilai tambah, dan berkualitas untuk kemajuan sebuah perusahaan.